Cukup menarik memang. Jika kita membicarakan tentang pentingnya
menjadi pribadi Muslim yang produktif alias bisa berbagi manfaat kepada saudara
Muslim lainnya. Hal ini terbukti dari banyaknya artikel, ceramah singkat,
hingga seminar-seminar yang gencar diadakan oleh beberapa EO (Event Organizer) terkait
dibanyak tempat.
Pertanyaannya, mengapa banyak orang yang tertarik bahkan gemar
menyoal bahasan ini? Jawabannya sederhana, karena Rasulullah
pun pernah membahas tentang hal ini,
bahkan Rasulullah
memerintahkan kepada kita selaku ummatnya
untuk berlaku demikian.
Rasulullah
bersabda :
خير الناس أنفعهم للناس
“Sebaik-baik
manusia adalah (mereka) yang paling bermanfaat bagi orang lain.” (HR. Ahmad dan Dishahihkan Al-Albani dalam As-Silsilah As-Shahihah)
Dengan demikian, telah jelaslah bahwa salah satu karakter yang
harus dimiliki oleh pribadi Muslim adalah Menjadi Muslim Yang Produktif dan
memiliki karakter atau sifat selalu memberi, bukan menerima. Seorang Muslim
lebih ditekankan untuk bisa memberikan manfaat bagi orang lain, bukan hanya
sekedar mencari pertolongan atau mencari manfaat dari orang lain apa lagi
memanfaatkan orang lain.
Karena demikianlah wujud dari sebuah implementasi konsep Islam yang
penuh kasih sayang dan cinta, yaitu memberi. Memberi tidak harus dengan materi,
karena materi bukan sebuah wujud atau tanda seseorang telah melakukan
pemberian. Memberi dapat di aplikasikan dengan cara memberi semangat,
mendo’akan, mendukung, serta mengunjungi kediaman mereka dengan membawa seuntai
do’a yang Insya Allah
bisa lebih bermanfaat.
Selain itu, tahukah Anda jika manfaat yang Anda berikan kepada
orang lain sepenuhnya akan kembali kepada Anda sendiri?
Allah –Subhanahu wa Ta’ala- Berfirman dalam al-Qura’an surah
al-Isra ayat 7 :
“Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu
sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu untuk
dirimu sendiri.”
Definisi kata “bermanfaat/produktif” sendiri menurut KBBI (Kamus
Besar Bahasa Indonesia) adalah menjadi sesuatu yang berguna, berfaedah dan
memberikan keuntungan. Menjadi pribadi yang bermanfaat dalam kaitannya sebagai
makhluk Allah
, dan
menjadi makhluk yang memberikan guna, faedah dan keuntungan bagi sesama dan
lingkungannya yang semata-mata diniatkan untuk mendapatkan ridha Allah
.
Islam memberikan aturan sebagai pegangan dalam segala aspek
kehidupan manusia, mengutamakan nilai-nilai produktivitas secara sempurna.
Produktivitas inilah yang dimaksudkan sebagai kebermanfaatan. Produktif dalam
menghasilkan sebuah karya ataupun produktif dalam menghasilkan peningkatan
serta perbaikan diri dan masyarakat. Oleh karena itu, produktivitas di sini
didefinisikan sebagai semua hal yang mengandung nilai-nilai kebaikan
(khairiyyah).
Allah
berfirman dalam Q.S al-Hajj ayat 77 :
“Hai orang-orang yang beriman, ruku’lah kamu, sujudlah kamu,
sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan.”
Kemauan dan niat karena
Allah
menjadi modal dasar bagi kita untuk berupaya
menjadi muslim yang produktif. Apapun kondisi kita, dengan segala kelebihan dan
kekurangan yang ada pada kita, kita tetap bisa berkontribusi dan memberi
manfaat yang lebih besar. Kuncinya terletak pada pertanyaan: apakah kita mau
menjadi pribadi yang bermanfaat?
Kemudian, setelah memiliki modal kemauan dan niat yang ikhlas
karena Allah
,
maka segeralah merealisasikan tujuan Anda tadi. Contoh paling sederhananya
adalah dengan membagikan atau memberikan kesempatan pada orang lain agar mereka
bias membaca bulletin jum’at ini. Lakukanlah mulai dari hal kecil, mulai dari
diri sendiri dan mulai saat ini.
Ketika kemauan, niat dan keinginan Anda tersebut mulai terwujud,
maka jadikanlah kebermanfaatan tadi sebagai gaya hidup para pembaca. Tentu
ketika produktivitas menjadi gaya hidup maka semuanya akan terasa semakin
ringan dan berkah.
Allah
berfirman dalam Q.S al-Zalzalah ayat 7 :
“Maka barangsiapa yang mengerjakan kebaikan sebesar dzarrah-pun, ia
akan mendapatkan balasannya.”
Kemudian
setelah kita mengetahui sekelumit tentang hal tersebut, yang harus kita
tanyakan adalah bagaimana caranya agar kita bisa menjadi pribadi yang produktif
bahkan bias bermanfaat bagi orang banyak?
Mari kita simak beberapa cara atau tips agar kita bias menjadi
pribadi yang produktif dan bermanfaat bagi orang lain :
1.
Harus
Memiliki Niat dan Kemauan yang Tinggi.
Ya, kunci utama yang harus kita pegang erat adalah niat dan
kemauan. Tanpa adanya niat dan kemauan, mustahil kita bisa menjadi pribadi yang
produktif apa lagi bisa bermanfaat untuk orang lain. Jika Anda memiliki harta,
Anda bisa memberikan manfaat kepada orang lain dengan harta. Jika Anda memiliki
ilmu, Anda bisa memberikan manfaat kepada orang lain dengan mengajarkan ilmu
Anda kepada orang lain.
Ini adalah langkah awal. Pegang dan kuatkan niat serta kemauan Anda
untuk dapat memberikan manfaat kepada orang lain. Ingat, jika Anda benar-benar
mau dan serius, Anda bisa memberikan
manfaat kepada orang lain. Mau serius?
2.
“Take
Action Now” (mulailah dari
sekarang).
Kalau bukan sekarang, kapan lagi. Kalau bukan kita, siapa lagi. Apa
yang bisa Anda lakukan sekarang ini untuk bisa memberikan manfaat kepada orang
lain? Sudahkah Anda membuat orang lain merasa nyaman dan aman didekat Anda?
Sudahkah mereka merasa aman dan nyaman bertetangga dengan Anda? Lihatlah
sekitar Anda, masih adakah orang yang membutuhkan bantuan Anda?
3.
Jadikanlah
Produktifitas Anda sebagai gaya hidup Anda.
Jika produktifitas atau memberikan manfaat kepada orang lain telah
menjadi sahabat dekat bahkan telah menjadi “life style” (gaya hidup),
maka Anda sudah dapat dipastikan bisa menjadi insan yang aktif dalam memberikan
manfaat bagi orang lain. Sifat inilah yang kadang dilupakan banyak orang,
banyak orang yang hanya mendefinisikan bahwa melakukan kebaikan hanya dengan
membantu orang lain saja. Namun itu belum menjadi kepribadian, baru sebatas mau
melakukan kebaikan saja. Ingat, sebuah tindakan akan menjadi sebuah akhlak
(gaya hidup) saat Anda sudah melakukannya dengan biasa tanpa terlalu banyak
berpikir panjang.
Anda suka memberi? Itu belum tentu merupakan wujud dari kepribadian
Anda. Namun jika Anda sudah terbiasa member dan bahkan menjadi Akhlak serta
gaya hidup Anda, maka itulah salah satu wujud dari kepribadian Anda yang patut
untuk dipertahankan.
4.
Tingkatkan
Manfaat Diri Anda.
Haruskah kita meningkatkan manfaat diri? Tentu. Karena yang diberi
gelar sebagai orang yang terbaik oleh Rasulullah
adalah orang yang ‘paling bermanfaat’, bukan
hanya sekedar bermanfaat.
5.
Manfaatnya
Akan Kembali Pada Anda.
Apakah Anda mengira manfaat itu hanya akan terasa bagi orang yang
Anda bantu? Bukankah Allah
telah berfirman dalam al-Qur’an surah
al-Zalzalah ayat 7 yang artinya : “Maka barangsiapa yang mengerjakan amal
kebaikan sekecil dzarrahpun, (kecuali) ia akan mendapatkan balasannya.”
Semoga
dengan aktifnya kita berbuat baik kepada orang lain kita bisa mengaca diri
betapa kita-pun membutuhkan orang lain. -Wallahu Ta’ala ‘Alam-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar