Sungguh aqidah semacam ini sama persis dengan aqidah orang-orang hindu yang meyakini bangkitnya roh leluhur. Namun sayangnya sebagian kaum muslimin menganggap hal ini sebagai bentuk ibadah.Inna lillaahi wainnaa ilaihiraaji’un,…
Kapankah
Nabi
dilahirkan?
1. Bulan kelahiran
Pendapat yang paling masyhur,
beliau
dilahirkan di bulan Rabi’ul Awal. Dan ini adalah
pendapat mayoritas ulama. Bahkan dikatakan oleh Ibnul Jauzi sebagai kesepakatan ulama. Namun disana ada sebagian
yang berpendapat bahwa beliau
dilahirkan di bulan safar, Rabi’ul Akhir, dan bahkan
ada yang berpendapat beliau
dilahirkan di bulan Muharrom tanggal 10 (hari
Asyuro). Kemudian sebagian yang lain berpendapat bahwa beliau
lahir di bulan Ramadhon. Karena bulan Ramadhon
adalah bulan dimana beliau
mendapatkan wahyu pertama kali dan diangkat sebagai
nabi. Pendapat ini bertujuan untuk menggenapkan hitungan 40 tahun usia beliau
ketika beliau
diangkat
sebagai nabi.
2. Tanggal kelahiran
Dalam sebuah hadist Nabi
pernah ditanya tentang
puasa hari senin. Kemudian beliau
menjawab: “
Hari senin adalah hari dimana aku dilahirkan dan pertama kali aku mendapat wahyu.”
(HR. Muslim).
Di antara pendapat yang
disampaikan adalah: Hari senin Rabi’ul Awal (tanpa
ditentukan tanggalnya), tanggal 2 Rabi’ul Awal, tanggal 8, 10, 12, atau 17
Rabiul Awal. Berdasarkan penelitian ulama ahli sejarah Muhammad Sulaiman Al Mansurfury dan ahli astronomi Mahmud Basya disimpulkan bahwa hari senin
pagi yang bertepatan dengan permulaan tahun dari peristiwa penyerangan pasukan gajah
dan 40 tahun setelah kekuasaan Kisra Anusyirwan atau bertepatan dengan 20 atau
22 april tahun 571 Masehi, hari senin tersebut bertepatan dengan tanggal 9
Rabi’ul Awal. (Ar Rahiqum Makhtum).
Tanggal wafatnya Beliau 
Para ulama ahli sejarah menyatakan
bahwa beliau
meninggal pada hari senin tanggal 12 Rabi’ul Awal
tahun 11 H dalam usia 63 tahun lebih 4 hari. Satu catatan penting yang perlu kita
perhatikan dari dua kenyataan sejarah di atas. Antara penentuan tanggal kelahiran
Nabi
dan tanggal wafatnya beliau
. Kenyataan ini menunjukkan bahwa
para ulama tidak banyak memberikan perhatian terhadap tanggal kelahiran Nabi
. Karena penentuan kapan beliau
dilahirkan sama sekali tidak terkait dengan hukum
syari’at. Beliau
dilahirkan tidak langsung menjadi nabi, dan belum
ada wahyu yang turun di saat beliau
dilahirkan. Beliau
baru diutus sebagai seorang nabi di usia 40
tahun lebih 6 bulan. Hal ini berbeda dengan hari wafatnya Nabi
, seolah para ulama sepakat bahwa
hari wafatnya beliau
adalah tanggal 12 Rabiul Awal tahun 11 H. Hal
ini karena wafatnya beliau
berhubungan dengan hukum syari’at. Wafatnya beliau
merupakan batas berakhirnya wahyu Alloh yang
turun. Sehingga tidak ada lagi hukum baru yang muncul setelah wafatnya beliau
.
Maka jika ada pertanyaan, tanggal
12 Rabi’ul Awal itu lebih dekat sebagai tanggal
kelahiran ataukah tanggal wafatnya
Nabi
?? Oleh karena itu,
sikap sebagian besar kaum muslimin yang selama ini memperingati hari maulid Nabi
sebenarnya mirip dengan
tindakan kaum nasrani dalam memperingati tanggal 25 Desember. Mereka beranggapan
bahwa itu adalah tanggal kelahiran Yesus padahal sejarah membuktikan bahwa Yesus
tidak dilahirkan di bulan Desember, naudzubillah…
Sejarah
munculnya peringatan maulid
Kelompok yang pertama kali
mengadakan maulid adalah kelompok Bathiniyah, yang mereka menamakan dirinya sebagai
bani Fatimiyah (Syi’ah) dan mengaku sebagai keturunan Ahlul Bait (keturunan Nabi
). Disebutkan bahwa kelompok batiniyah
memiliki 6 peringatan maulid, yaitu maulid Nabi
, maulid Ali bin Abi Tholib radhiallahu ‘anhu, maulid
Fatimah, maulid Hasan, maulid Husain dan maulid penguasa mereka. Daulah Bathiniyah
ini baru berkuasa pada awal abad ke-4 H. Oleh karena itu, para ulama sepakat bahwa
maulid Nabi
baru muncul di
zaman belakangan, setelah berakhirnya massa tiga abad yang paling utama dalam umat
ini (al quruun al mufadholah).
Artinya peringatan maulid ini belum pernah ada di zaman Nabi
dan para sahabat,
tabi’in dan para Tabi’ tabi’in. Tujuan utama daulah ini mengadakan peringatan maulid
Nabi
adalah dalam rangka
menyebarkan aqidah dan kesesatan mereka (Syi’ah). Mereka mengambil simpati kaum
muslimin dengan kedok cinta ahlul bait Nabi
. (Dhahiratul Ihtifalbil Maulid
An Nabawi karya Abdul Karim Al Hamdan)
Setelah kita memahami hakekat peringatan maulid yang
sejatinya digunakan sebagai sarana untuk menyebarkan aqidah kekafiran mereka…akankah
kita selaku kaum muslimin yang membenci mereka melestarikan syi’ar orang-orang
yang memusuhi ajaran Nabi
??
Perlu kita ketahui bahwa merayakan maulid bukanlah wujud cinta kita kepada Nabi
. Bukankah para sahabat,
ulama-ulama Tabi’in, dan Tabi’ut Tabi’in adalah orang-orang yang paling
mencintai Nabi
. Namun tidak tercatat dalam sejarah
bahwa mereka merayakan peringatan maulid, Akankah kita katakan mereka tidak mencintai
Nabi
. Cinta yang sejati bukanlah dengan
merayakan hari kelahiran seseorang… namun cinta yang sejati adalah dibuktikan dengan
ketaatan kepada orang yang dicintai. Dan bagian dari ketaatan kepada Nabi
adalah dengan
tidak melakukan perbuatan yang tidak beliau ajarkan.
Alloh Swt Berfirman
:
“Sungguh
Alloh telah menganugerahkan kepada orang-orang yang beriman yaitu ketika Alloh
mengutus di antara mereka seorang Rosul dari kalangan mereka yang membacakan kepada
mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka
Al-Kitab dan Al-Hikmah (As-Sunnah), padahal sebelumnya mereka berada dalam kesesatan
yang nyata.” (QS. Ali Imran[03] : 164).
Wallahu Waliyyut Taufiq.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar